TELKOM BORONG SAHAM TIPHONE RP 1,39 T

Red. by Berliani (Internet)   

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom/TLKM) melalui anak usahanya, PT PINS Indonesia, segera menuntaskan akuisisi 25 persen saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Total nilai transaksinya mencapai Rp 1,39 triliun.

Pada tahap pertama, PINS Indonesia mengambil alih sebanyak 1,11 miliar (15 persen) saham Tiphone senilai Rp 876,7 miliar. PINS Indonesia membeli saham Tiphone dari Boquete Group SA, Interventures Capital Ltd, PT Sinarmas Asset Management, dan Top Dollar Investment Ltd. Perjanjian jual-beli ditandatangani pada 11 September 2014.


“Selanjutnya, PINS bakal membeli 10 persen saham Tiphone melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD),” kata Sekretaris Perusahaan Tiphone, Semuel Kurniawan kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (15/9).

Tiphone bakal menerbitkan sebanyak 638,05 juta saham baru atau setara 10 persen melalui aksi non-HMETD pada 18 September 2014. Harga pelaksanaan non-preemptive rights tersebut sebesar Rp 812,2 per saham. Dengan demikian, PINS harus mengeluarkan dana sebesar Rp 518,23 miliar untuk menyerap saham baru Tiphone.

Menurut Semuel, perseroan akan menggunakan dana hasil penjualan saham tersebut untuk penguatan jaringan distribusi. Salah satunya mengakuisisi satu distributor di bidang teknologi. “Kami akan bicara dengan Grup Telkom untuk melihat distributor yang potensial untuk diakuisisi,” katanya.

Semuel menambahkan, kerja sama strategis dengan Grup Telkom diharapkan bisa meningkatkan bisnis Tiphone di masa mendatang.

Tahun ini, Tiphone menargetkan pendapatan sebesar Rp 15,7 triliun atau meningkat 49,52 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 10,5 triliun. Penjualan voucher isi ulang diperkirakan mengontribusi pendapatan Rp 8,5 triliun. Sisanya dari penjualan ponsel sebesar Rp 7 triliun.

Selama semester I-2014, Tiphone membukukan pendapatan sebesar Rp 6,31 triliun, naik 40,53 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, Rp 4,49 triliun. Kenaikan pendapatan turut mendongkrak laba bersih perseroan menjadi Rp 152,8 miliar, naik 18,17 persen dari Rp 129,3 miliar.

Bidik Myanmar
Sementara itu, Direktur Utama PINS Indonesia Mustapa Wangsaatmadja mengatakan, saat ini, perseroan sudah menyiapkan dana akuisisi saham Tiphone sebesar Rp 1,39 triliun. Dana tersebut merupakan kombinasi dari kas internal Telkom dan PINS Indonesia.

“Sesuai aturan, dana bisa dikucurkan kepada Tiphone dalam lima hari setelah perjanjian jual-beli atau setelah non-HMETD. Pengucuran dana bisa secara bertahap dan bisa juga sekaligus,” kata Mustapa.

Dia optimistis perseroan mampu merampungkan akuisisi 25 persen saham Tiphone. Sebab, perseroan bisa bersinergi dan memanfaatkan jaringan distribusi Tiphone sampai ke kota-kota lapis dua. Pasalnya, selama ini, jaringan PINS Indonesia hanya terbatas pemasaran produk TI di kota-kota besar.

Tahun depan, PINS Indonesia juga berencana menjajaki pasar regional bersama Tiphone. Salah satu negara yang dibidik adalah Myanmar. “Kami berharap bisa masuk ke pasar regional yang belum jenuh, kami juga berharap bisa bertumbuh di atas industri,” jelas Mustapa.

Tahun ini, PINS Indonesia membidik pendapatan sebesar Rp 1,5 triliun, naik 50% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 1 triliun. Perseroan akan fokus pada lima lini bisnis, yakni pemasaran perangkat bergerak atau mobility, customer premise equipment (CPE), jasa pemeliharaan desktop, produk keamanan komputer (security), dan produk nirkabel.

Saat ini, mitra bisnis PINS terdiri atas perusahaan TI global, antara lain Cisco, HP, Samsung, ZTE, Huawei, LG, dan Palo Alto.



Share :
ITALIC Solution
IT - Consultant

© ITALIC Solution - Development Team
Jakarta - Indonesia