BERTEMU OBAMA,BOS GOOGLE DAN FACEBOOK BUNGKAM

Red. by Berliani (Internet)   

2 Jam Bertemu Obama, Bos Google dan Facebook Bungkam

Presiden Barack Obama, Jumat (21/3/2014), berusaha meyakinkan para eksekutif industri internet dan teknologi informasi (TI) terkemuka bahwa pemerintahannya berkomitmen melindungi privasi individu.

Obama mengumpulkan para petinggi industri bidang tersebut, tepat seminggu sebelum tenggat waktu yang dia tetapkan sendiri untuk kajian ulang atas program Badan Keamanan Nasional AS (NSA).


CEO dari Facebook, Google, Netflix, dan industri sejenis menghabiskan waktu lebih dari dua jam bersama Obama di Gedung Putih. Mereka membahas keprihatinan soal pemantauan NSA yang mengundang kemarahan para pelaku industri internet dan TI.

Setelah pertemuan selesai, para petinggi industri tersebut tak memberi komentar apa pun kepada para wartawan di Gedung Putih.

"Presiden menegaskan kembali komitmen pemerintahannya untuk mengambil langkah-langkah yang dapat memberikan keyakinan yang lebih besar kepada orang-orang bahwa hak-hak mereka dilindungi sambil menjaga obyek vital yang membuat kita aman," demikian pernyataan Gedung Putih.

Batas waktu kajian ulang atas program pemantauan NSA adalah 28 Maret 2014. Pada tanggal itu, laporan kajian sudah harus diberikan oleh Departemen Kehakiman.

Masalah pemantauan NSA ini mencuat setelah salah satu mantan kontraktor NSA, Edward Snowden, mengungkap bahwa program itu cenderung menjadi program mata-mata, termasuk menyadap pembicaraan telepon dan data internet.

Menjelang pertemuan para hari Jumat, bos Facebook, Mark Zuckerberg, di laman pribadinya mengutuk praktik mata-mata oleh pemerintahan Obama. Facebook kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa Zuckerberg menyampaikan langsung kepada Obama soal keprihatinannya atas praktik NSA. Menurut Facebook, Zuckerberg juga mengapresiasi pendekatan personal yang dilakukan Obama.

Isu pemantauan NSA juga telah mendorong Google meningkatkan kemampuan enkripsi pada layanan e-mail mereka. Layanan ini dibuat untuk mempersulit lembaga semacam NSA meretas pesan di antara para pengguna layanan tersebut. Yahoo pun sudah mengeluarkan janji akan segera menyusul langkah Google.



Share :
ITALIC Solution
IT - Consultant

© ITALIC Solution - Development Team
Jakarta - Indonesia